Posted on May 4th, 2009 in Uncategorized by moslempharmacist

KHASIAT BUAH DAN SAYURAN DARI BENTUKNYA

Apakah kita menyadari jika Alloh sudah memberikan petunjuk untuk kesehatan kita
melalui makanan sehari-hari? ?? Buah-buah berikut ini contohnya…

Sebuah irisan WORTEL terlihat seperti mata manusia. Terlihat seperti pupil, iris, dan garis yang sama persis seperti mata manusia. Dan BENAR, sains terkini membuktikan kalau wortel sangat berfungsi untuk meningkatkan aliran darah dan fungsi mata menjadi lebih baik.

TOMAT memiliki empat ruang di dalamnya dan berwarna merah. Jantung manusia memiliki empat ruang dan juga berwarna merah. Semua penelitian membuktikan kalau tomat banyak mengandung lycopine yang berfungsi sebagai asupan untuk darah.

Sekumpulan ANGGUR yang menggantung memiliki bentuk seperti jantung. Setiap butir anggur terlihat seperti sel darah dan semua penelitian terkini menunjukkan bahwa anggur juga baik untuk jantung dan sebagai makanan yang dibutuhkan oleh darah.

KACANG KENARI terlihat seperti otak berukuran kecil. Bagian kiri dan kanannya
berbentuk hemisphere, atasnya seperti cerebrums, dan bawahnya seperti
cerebellums. Bahkan kerutan dan lipatan di kacang tersebut seperti neo-cortex.
Saat ini kita ketahui kacang kenari membantu memberikan lebih dari tiga lusin
neuron-transmitters untuk fungsi otak.

KACANG MERAH, mempunyai fungsi dan melindungi fungsi ginjal dan mata, dan kacang merah berbentuk seperti ginjal manusia.

SELEDRI, SAWI dan BATANG-BATANG SAYURAN lainnya berbentuk seperti tulang. Makanan-makanan ini memang spesialis untuk kekuatan tulang. Tulang terdiri dari 23% sodium dan makanan-makanan ini juga terdiri dari 23% sodium. Jika Anda kurang sodium di diet Anda, tubuh akan mengambilnya dari tulang dan ini menyebabkan tulang menjadi lemah. Makanan-makanan ini menggantikan kebutuhan tulang yang diperlukan tubuh.

ALPUKAT, TERONG dan BUAH PIR dibutuhkan untuk kesehatan kandungan dan mulut rahim dari wanita. Makanan-makanan tersebut terlihat mirip dengan organ-organ tersebut. Penelitian terkini menunjukkan bahwa jika wanita makan satu buah alpukat seminggu, akan menyeimbangkan hormon dan mencegah kanker mulut rahim.

ALPUKAT butuh waktu 9 bulan untuk bertumbuh dari kecil hingga siap dipetik.
Terdapat lebih dari 14.000 nutrisi kimia di setiap makanan ini (sains modern
hanya mempelajari sekitar 141 dari keseluruhannya).

BUAH ARA adalah buah yang dipenuhi biji dan tergantung berjumlah 2 ketika mereka tumbuh (sama seperti organ laki-laki). Buah ara meningkatkan kelincahan dan mobilitas dari sperma dan juga meningkatkan jumlah sperma untuk mencegah sterilitas pada laki-laki.

KENTANG MANIS atau UBI JALAR terlihat seperti pankreas dan mempunyai khasiat untuk menyeimbangkan glysemic index untuk penderita diabetes.

BUAH ZAITUN berkhasiat untuk menambah kesehatan dan fungsi dari sel telur
(bentuknya juga sama).

JERUK, LEMON dan buah-buahan CITRUS lainnya sangat mirip dengan kelenjar susu dari wanita. Dan percaya atau tidak, buah-buah tersebut berkhasiat untuk
menambah kesehatan dari kelenjar susu dan keluar masuknya getah bening.

BAWANG BOMBAY terlihat seperti sel tubuh. Riset terkini menunjukkan bahwa bawang bombay membantu membersihkan material-material yang tak terpakai dari seluruh sel tubuh.

BAWANG bisa membuat mata memproduksi air mata yang bisa mencuci lapisan luar mata.

BAWANG PUTIH, juga membantu melenyapkan material-material yang tidak berguna dan berbahaya seperti radikal bebas dari tubuh.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan manfaat darinya…. :)

Mengenai Mimpiku Semalam

Posted on November 26th, 2008 in Uncategorized by moslempharmacist

Tepatnya pada malam rabu 25 November 2008, Alloh menganugerahi satu mimpi kepadaku. Mimpi yang sangat luar biasa. Namun, saya takkan menuliskannya di sini karena salah satu etika orang yang bermimpi adalah tidak menceritakan mimpi yang dialaminya kepada sembarang orang, apalagi kepada orang yang suka hasud. Ini bukan berarti saya tidak percaya Anda adalah orang yang berbuat kebaikan, tetapi saya hanya ingin menjaga etika seorang yang telah bermimpi.

Ternyata ada banyak cara, Alloh memberi semangat atau kabar gembira bagi hambaNya. Salah satu cara itulah dengan mimpi. Ustadz Abu Sa’ad al-Wa’izh berkata, “Pada prinsipnya mimpi yang baik itu bersumber dari aneka amal yang benar dan mengingatkan akan aneka akibat dari berbagai urusan. Dari mimpi yang baik itu muncullah aneka perintah, larangan, berita gembira, dan peringatan. Dikatakan demikian karena mimpi yang baik merupakan sisa dan bagian dari kenabian, bahkan ia merupakan satu dari dua bagian kenabian, sebab ada nabi yang wahyunya berupa mimpi. Orang yang menerima wahyu melalui mimpi disebut Nabi. Adapun orang yang menerima ucapan malaikat saat dia terjaga disebut Rasul. Inilah yang membedakan antara nabi dan rasul.”

Abu Ali Hamid bin Muhammad bin Abdullah ar-Rafa` memberitahukan kepada kami, dari Muhammad ibnul-Mughirah, dari Makki bin Ibrahim, dari Hisyam bin Hasan, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,
“Jika masa semakin dekat, mimpi seorang muslim nyaris tidak pernah dusta. Muslim yang paling benar mimpinya adalah yang paling jujur perkataannya. Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian kenabian. Mimpi ada tiga macam: mimpi yang baik sebagai berita gembira dari Allah ‘azza wa jalla, mimpi seorang muslim yang dialami oleh dirinya sendiri, dan mimpi sedih yang berasal dari setan. Jika salah seorang di antara kamu mengalami mimpi yang tidak disukai, janganlah menceritakannya kepada orang lain, bangunlah, kemudian shalatlah.” (Muttafaq ‘alaih)

Mimpi terbagi dua: mimpi yang benar dan yang batil. Mimpi yang benar ialah yang dialami manusia tatkala kondisi psikologisnya seimbang dan keadaan cuaca sedang seperti ditandai oleh bergoyangnya pepohonan hingga berjatuhannya dedaunan. Mimpi yang benar tidak didahului dengan adanya pikiran dan keinginan akan sesuatu yang kemudian muncul dalam mimpi. Kebenaran mimpi juga tidak ternodai oleh peristiwa junub dan haid. Adapun mimpi yang batil ialah yang ditimbulkan oleh bisikan nafsu, keinginan, dan hasrat. Mimpi demikian tidak dapat ditakwilkan. Demikian pula mimpi “basah” dan mimpi lain yang mewajibkan mandi dikategorikan sebagai mimpi yang batil karena tidak mengandung makna. Sama halnya dengan mimpi yang menakutkan dan menyedihkan karena berasal dari setan.

Allah Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicarana itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.” (al-Mujaadilah: 10)
Jika seseorang mengalami mimpi yang tidak disukai, disunnahkan melakukan lima perbuatan. Yaitu, mengubah posisi tidur, meludah ke kiri sebanyak tiga kali, memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, bangun dan shalat, dan tidak menceritakan mimpinya kepada siapa pun.

Pelaku mimpi hendaknya memelihara etika yang perlu dipegang teguh dan memiliki batasan-batasan yang selayaknya tidak dilampaui. Demikian pula halnya dengan pentakwil.

Etika pelaku mimpi ialah:

Pertama, dia tidak menceritakan mimpinya kepada orang yang hasud sebagaimana dikatakan Ya’kub kepada Yusuf, “Ayahnya berkata, ‘Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudarasaudaramu,
maka mereka akan membuat makar untuk membinasakanmu.’”
(Yusuf: 5)
Kedua, jangan menceritakan mimpinya kepada orang yang bodoh. Nabi saw. bersabda,
“Janganlah kamu menceritakan mimpimu kecuali kepada orang yang dicintai atau kepada orang yang pandai.”
Ketiga,
janganlah menceritakan mimpi kecuali secara rahasia karena dia pun melihatnya secara rahasia pula. Jangan menceritakannya kepada anak-anak dan wanita. Sebaiknya mimpi itu diceritakan menjelang awal tahun dan pada pagi hari, bukan sesudah keduanya lewat.
Adapun etika pentakwil ialah sebagai berikut:
Pertama, jika saudaranya menceritakan mimpi kepadanya, maka katakanlah, “Aku kira mimpi itu baik.”


Kedua,
hendaknya menakwilkan mimpi dengan cara yang paling baik. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda,

“Mimpi akan terjadi sebagaimana ia ditakwilkan.” Juga diriwayatkan bahwa beliau bersabda, “Mimpi itu bagaikan kaki yang menggantung selama belum diungkapkan. Jika telah diungkapkan, maka terjadilah.” Demikian yang disebut dalam as-Silsilah ash-Shahihah.
Ketiga, menyimak mimpi dengan baik, kemudian menjawab si penanya dengan jawaban yang mudah dipahami.

Keempat, jangan tergesa-gesa menakwilkan mimpi. Lakukanlah dengan hati-hati.
Kelima, menyembunyikan mimpi dan tidak menyebarkannya sebab ia merupakan amanat. Jangan menakwilkan mimpi ketika matahari terbit, ketika tergelincir, dan ketika terbenam.
Keenam, memperlakukan pelaku mimpi secara berbeda. Janganlah menakwilkan mimpi raja seperti menakwilkan mimpi rakyat, sebab mimpi itu berbeda karena perbedaan kondisi pelakunya.
Ketujuh, merenungkan mimpi yang dikemukakan kepadanya. Jika mimpi itu baik, maka takwilkanlah dan sampaikanlah kabar gembira kepada pelakunya sebelum mimpi itu ditakwilkan. Jika mimpi itu buruk, maka janganlah menakwillkannya atau takwilkanlah bagian mimpi yang takwilnya paling baik. Jika sebagian mimpi itu merupakan kebaikan dan sebagian lagi keburukan, maka bandingkanlah keduanya, lalu ambillah mimpi yang paling tepat dan paling kuat pokoknya. Jika pentakwil mengalami kesulitan, bertanyalah kepada pelaku mimpi ihwal namanya, lalu takwilkannya berdasarkan namanya itu.

Semoga malam itu adalah malam yang barokah…….

Allohu a’lam

Alangkah Besar Nikmatnya Hidayah Alloh

Posted on February 5th, 2008 in Uncategorized by moslempharmacist

Ali Selman Benoist (Perancis)

Doktor ilmu kesehatan

Saya adalah seorang Doktor dalam ilmu kesehatan, berasal dari keluarga Perancis Katolik. Pekerjaan yang saya pilih ini telah menyebabkan saya terpengaruh oleh corak kebudayaan ilmiah yang tidak banyak memberikan kesempatan dalam bidang kerohanian. Ini tidak berarti bahwa saya tidak percaya atas adanya Tuhan. Yang saya maksud ialah karena dogma-dogma dan peribadatan Kristen, khususnya Katolik, tidak membangkitkan pengertian dalam jiwa saya atas adanya Tuhan. Karena itulah maka naluri saya atas Esanya Tuhan Allah telah menjadi penghalang antara diri saya dan kepercayaan Trinitas, dan dengan sendirinya juga atas ketuhanan Yesus Kristus.

Sebelum saya memeluk agama Islam, saya telah percaya atas kebenaran kalimat syahadat pertama yang berbunyi ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH dan ayat-ayat Al-Qur’an Surat Al-Ikhlas yang berbunyi:

Katakanlah: Dia itu Allah adalah Satu (Esa); Allah adalah Pelindung. Dia tidak melahirkan anak dan tidak pula dilahirkan sebagai anak, dan tidak ada sesuatu yang menyerupai Dia. — Al-Ikhlash 1-4.
Dengan demikian, maka saya menganggap bahwa percaya kepada alam gaib dan segala yang ada di belakang kebendaan (metafisika) itulah yang menyebabkan saya memeluk agama Islam, disamping lain-lain sebab yang membuat saya berbuat demikian. Saya tidak bisa menerima pengakuan para pendeta Katolik yang mengatakan bahwa salah satu kekuasaan mereka ialah "mengampuni dosa manusia" sebagai wakil Tuhan. Dan saya secara mutlak tidak percaya atas dogma Katolik tentang "makan malam ketuhanan"’ (rite of communion) dan "roti suci" yang melambangkan jasad Yesus. Dogma ini menyerupai kepercayaan rakyat-rakyat pada abad primitif yang membuat lambang-lambang suci yang tidak boleh didekati orang. Kemudian bilamana badan lambang ini sudah mati, jiwanya mereka jadikan sebagai sumber ilham, dan jiwanya itu masuk ke dalam lingkungan mereka.

Soal yang lain lagi yang menyebabkan saya jauh dari agama Kristen, ialah ajaran-aiarannya yang sedikitpun tidak ada hubungannya dengan kebersihan badan, terutama sebelum melakukan sembahyang, sehingga saya anggap hal itu merupakan pelanggaran atas kehormatan Tuhan, karena sebagaimana Dia telah membuatkan jiwa buat kita, Dia juga telah membuatkan badan kita Dan adalah suatu kewajiban kita untuk tidak mensia-siakan badan kita.

Saya juga menilai bahwa agama Kristen itu bersikap pasif mengenai logika kehidupan jasmani kemanusiaan, sedangkan Islam adalah satu-satunya agama yang memperhatikan alam kemanusiaan.

Adapun titik berat dan sebab pokok saya memeluk agama Islam ialah Al-Qur’an. Sebelum saya memeluk Islam, saya telah mempelajarinya dengan semangat kritik intelektual Barat, dan saya banyak terpengaruh oleh sebuah buku besar karangan Tuan Malik Bennabi yang bernama Addzahiratul-Qur’aniyah (atau Le Phenomene Coranique), sehingga yakinlah saya bahwa Al-Qur’an itu adalah wahyu yang diturunkan Allah. Sebahagian dari ayat-ayat Al-Qur’an yang diwahyukan lebih dari 13 abad yang lalu mengandung beberapa teori yang sekarang diketemukan oleh pembahasan ilmiah yang paling modern. Hal itu sudah cukup menyebabkan saya menjadi yakin dan percaya (Iman) kepada Syahadat bagian kedua: MUHAMMADUR’RASULULLAH.

Begitulah, maka pada tanggal 30 Pebruari 1953, saya datang ke Mesjid di Paris untuk memberitahukan keimanan saya kepada Islam, dan Mufti Masjid Paris memasukkan saya dalam daftar kaum Muslimin, dan saya menerima nama baru sebagai orang Islam : Ali Selman.

Saya merasa sangat puas dengan kepercayaan/akidah saya yang baru dan sekali lagi saya kumandangkan: ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASULULLAH!

Salah satu sabda Rasulullah s.a.w.:

Berpikir satu jam lebih baik dari pada beribadah 60 tahun. — Riwayat Abu Hurairah.
Pengetahuan itu milik orang Mukmin yang hilang, di mana saja dia menemukannya, dia lebih berhak , atasnya. — Riwayat Turmudzi.

Penyakit “Cinta Semu” (al-Isyq)

Posted on November 3rd, 2006 in Uncategorized by moslempharmacist

Virus hati yang bernama cinta ternyata telah banyak memakan korban. Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja yang nekat bunuh diri disebabkan putus cinta, atau tertolak cintanya. Atau anda pernah mendengar kisah Qeis yang tergila-gila kepada Laila. Kisah cinta yang bermula sejak mereka bersama mengembala domba ketika kecil hingga dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qeis benar-benar menjadi gila ketika laila dipersunting oleh pria lain. Apakah anda pernah mengalami problema seperti ini atau sedang mengalaminya ? mau tau terapinya ? mari sama-sama kita simak terapi mujarab yang disampaikan ibn Qoyyim dalam karya besarnya ”Zadul Ma’ad”.

Beliau berkata: ”Gejolak cinta adalah jenis penyakit hati yang memerlukan penanganan khusus disebabkan perbedaannya dengan jenis penyakit lain dari segi bentuk, sebab maupun terapinya. Jika telah menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.

Allah mengkisahkan penyakit ini di dalam Alquran tentang dua tipe manusia, pertama wanita dan kedua kaum homoseks yang cinta kepada mardan (anak laki-laki yang rupawan). Allah mengkisahkan bagaimana penyakit ini telah menyerang istri Al-Aziz—gubernur Mesir—yang mencintai Nabi Yusuf, dan menimpa Kaum Luth. Allah mengkisahkan kedatangan para malaikat ke negeri Luth
Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina”.Mereka berkata: “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?” Luth berkata: “Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”. (Allah berfirman): “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”. Surat al-Hijr:68/72

Kebohongan Kisah Cinta Nabi dengan Zainab Binti Jahsy

Ada sekelompok orang yang tidak tahu menempatkan kedudukan Rasul sebagaimana layaknya, beranggapan bahwa Rasulullah tak luput dari penyakit ini sebabnya yaitu tatkala beliau melihat Zaenab binti Jahsy sambil berkata kagum: ”Maha Suci Rabb yang membolak-balik hati” sejak itu Zaenab mendapat tempat khusus di dalam hati Rasulullah Saw, oleh karena itu Beliau berkata kepada Zaid bin Haritsah: ”Tahanlah ia di sisimu hingga Allah menurunkan ayat:
“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni`mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni`mat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. (QS. al-Ahzab:37)1

Sebagain orang beranggapan ayat ini turun berkenaan kisah kasmaran Nabi, bahkan sebagian penulis mengarang buku khusus mengenai kisah kasmaran para Nabi dan meyebutkan kisah Nabi ini di dalamnya. Hal ini terjadi akibat kejahilannya terhadap Alquran dan kedudukan para Rasul, hingga ia memaksakan kandungan ayat apa-apa yang tidak layak dikandungnya dan menisbatkan kepada Rasulullah suatu perbuatan yang Allah menjauhkannya dari diri Beliau

Kisah sebenarnya, bahwa zainab binti Jahsy adalah istri Zaid ibn Harisah .–bekas budak Rasulullah– yang diangkatnya sebagai anak dan dipanggil dengan Zaid ibn Muhammad. Zainab merasa lebih tinggi dibandingkan Zaid. Oleh Sebab itu Zaid ingin menceraikannya. Zaid datang menemui Rasulullah minta saran untuk menceraikannya, maka Rasulullah menasehatinya agar tetap memegang zainab, sementara Beliau tahu bahwa Zainab akan dinikahinya jika dicerai Zaid. Beliau takut akan cemoohan orang jika mengawini wanita bekas istri anak angkatnya. Inilah yang disembunyikan Nabi dalam dirinya, dan rasa takut inilah yang tejadi dalam dirinya. Oleh karena itu di dalam ayat Allah menyebutkan karunia yang dilimpahkanNya kepada Beliau dan tidak mencelanya karena hal tersebut sambil menasehatinya agar tidak perlu takut kepada manusia dalam hal-hal yang memang Allah halalkan baginya sebab Allahlah yang seharusnya ditakutinya. Jangan Sampai beliau takut berbuat sesuatu hal yang Allah halalkan karena takut gunjingan manusia, setelah itu Allah memberitahukannya bahwa Allah langsung Yang akan menikahkannya setelah Zaid menceraikan istrinya agar Beliau menjadi contoh bagi umatnya mengenai kebolehan menikahi bekas istri anak angkat, adapun menikahi bekas istri anak kandung maka hal ini terlarang.sebagaimana firman Allah: (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu) (an-Nisa :23).
Allah berfirman dalam surat lain:”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu”(QS al-Ahzab: 40) Allah berfirman di pangkal surat ini “Dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. (QS. al-Ahzab:40)
Perhatikanlah bagaiamana pembelaan terhadap Rasulullah ini, dan bantahan terhadap orang-orang yang mencelanya. Wabillahi at-Taufiq.
Tidak dipungkiri bahwa Rasulullah sangat mencintai istri-istrinya. Aisyah adalah istri yang paling dicintainy, namun kecintaannya kepada Aisyah dan kepada lainnya tidak dapat menyamai cintanya tertinggi , yakni cinta kepada Rabbnya. Dalam hadis shahih :
“Andaikata aku dibolehkan mengambil seorang kekasih dari salah seorang penduduk bumi maka aku akan menjdikan Abu Bakar sebagai kekasih”2

Kriteria Manusia yang Berpotensi Terjangkit Penyakit al-isyq

Penyakit al-isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahbbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dariNya dan dipenuhi kecintaan kepada selainNya. Hati yang penuh cinta kepada Allah dan rindu bertemu dengaanNya pasti akan kebal terhadap serangan virus ini.sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf alaihis salam:
”Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.….(QS. Yusuf:24)

Nyatalah bahwa Ikhlas merupakan immunisasi manjur yang dapat menolak virus ini dengan berbagai dampak negatifnya berupa perbuatan jelek dan keji. Artinya memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu.

Berkata ulama seorang Ulama :”Penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang dicinta dan dipujanya”. Allah berfirman mengenai Ibu Nabi Musa :
“Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya”(QS. al-Qashash:11) yakni kosong dari segala sesuatu kecuali Musa karena sangat cintanya kepada Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa.

Bagaimana virus ini bisa berjangkit ?

Penyakit al-isyq terjadi dengan dua sebab, pertama: Karena mengganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua: perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya. Jika salah satu dari dua faktor ini tiada niscaya virus tidak akan berjangkit. Walaupun Penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.

Makhluk Diciptakan Saling Mencari Yang Sesuai Dengannya

Berkata Ibn al-Qayyim: ketetapan Allah Swt dengan hikmahNya menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai dengannya, secara fitrrah saling tertarik dengan jenisnya, sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.

Rahasia adanya percampuran dan kesesuaian di alam ruh akan mengakibatkan adanya keserasian serta kesamaan, sebagaimana adanya perbedaan di alam ruh akan berakibat tidak adanya keserasian dan kesesuaian. Dengan cara inilah tegaknya urusan manusia. Allah befirman:”Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya”. (QS. al-A’raf :189)

Dalam ayat ini Allah menjadikan sebab perasaan tentram dan senang seorang lelaki terhadap pasangannya karena berasal dari jenis dan bentuknya. Jelaslah faktor pendorong cinta tidak bergantung dengan kecantikan rupa, dan tidak pula karena adanya kesamaan dalam tujuan dan keingginan, kesamaan bentuk dan dalam mendapat petunjuk, walaupun tidak dipungkiri bahwa hal-hal ini merupakan salah satu penyebab ketenangan dan timbulnya cinta.

Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadisnya “Ruh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih3

Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa asbabul wurud hadis ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah ternyata dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah nabi mengucapkan hadis ini.

Karena itulah Syariat Allah akan menghukumi sesuatu menurut jenisnya, mustahil syariat menghukumi dua hal yang sama dengan perlakuan perbeda atau mengumpulkan dua hal yang kontradiktif. Barang siapa yang berpendapat lain maka jelaslah karena minimnya ilmu pengetahuannya terhadap syariat ini atau kurang memahami kaedah persamaan dan sebaliknya.

Penerapan kaedah ini tidak saja berlaku di dunia lebih dari itu akan diterapkan pula di akhirat, Allah berfirman: “(kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah( QS. as-Shaaffat:23)

Umar ibn Khaththab dan seteelahnya Imam Ahmad pernah berkata mengenai tafsiran “azwajahum” yakni yang sesuai dan mirip dengannya .Allah juga berfirman “dan apabila jiwa dipertemukan (QS. at-Takwir: 7)

Yakni setiap orang akan digiring dengan orang-orang yang sama prilakunya dengannya, Allah akan menggiring antara orang-orang yang saling mencintai kareNya di dalam surga dan akan menggiring orang –orang yang saling bekasih-kasihan diatas jalan syetan di neraka Jahim, tiap oran akan digiring dengan siapa yang dicintainya mau tidak mau. Di dalam mustadrak al-isyq-Hakim disebukan bahwa Nabi Saw bersabda ”Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali akan digirim bersama mereka kelak”4

Cinta dan Jenis-jenisya

Cinta memiliki berbagai macam jenis dan tingkatan, yang tertinggi dan paling mulia adalah mahabbatu fillah wa lillah (cinta karena Allah dan di dalam Agama Allah ) yaitu cinta yang mengharuskan mencintai apa-apa yang dicintai Allah, yang dilakukan berlandaskan cinta kepada Allah dan RasulNya.

Cinta berikutnya adalah cinta yang terjalin karena adanya kesamaan dalam cara hidup, agama, mazhab, idiologi, hubungan kekeluargaaan, profesi dan kesamaan dalam hal-hal lainnya.

Diantara jenis cinta lainnya yakni cinta yang motifnya karena inggin mendapatkan sesuatu dari yang dicintainya, baik dalam bentuk kedudukan, harta, pengajaran dan bimbingan, ataupun kebutuhan biologis. Cinta yang didasari hal-hal seperti tadi—yaitu al-mahabbah al-‘ardiyah– akan hilang bersama hilangnya apa-apa yang inggin didapatnya dari orang yang dicintai. Yakinlah bahwa orang yng mencintaimu karena sesuatu akan meninggalkanmu ketika dia telah mendapat apa yang diinginkannya darimu.

Adapun cinta lainnya adalah cinta yang berlandaskan adanya kesamaan dan kesesuaian antara yang menyinta dan yang dicinta. Mahabbah al-isyq termasukCinta jenis ini tidak akan sirna kecuali jika ada sesuatu yang menghilangkannya. Cinta jenis ini, yaitu berpadunya ruh dan jiwa, oleh karena itu tidak terdapat pengaruh yang begitu besar baik beruparasa was-was, hati yang gundah gula maupun kehancuran kecuali pada cinta jenis ini.

Timbul pertanyaan bahwa cinta ini merupakan bertemunya ikatan batin dan ruh, tetapi mengapa ada cinta yang bertepuk sebelah tangan? Bahkan kebanyakan cinta seperti ini hanya sepihak dari orang yang sedang kasamaran saja, jika cinta ini perpaduan jiwa dan ruh maka tentulah cinta itu akan terjadi antara kedua belah pihak bukan sepihak saja?

Jawabnya yaitu bahwa tidak terpenuhinya hasrat disebabkan kurangnya syarat tertentu, atau adanya penghalang sehingga tidak terealisasinya cinta antara keduanya. Hal ini disebabkan tiga faktor, pertama: bahwa cinta ini sebatas cinta karena adanya kepentingan, oleh karena itu tidak mesti keduanya saling mencintai, terkadang yang dicintai malah lari darinya. Kedua: adanya penghalang sehingga dia tidak dapat mencintai orang yang dicintanya, baik karena adanya cela dalam akhlak, bentuk rupa, sikap dan faktor lainnya. Ketiga: adanya penghalang dari pihak orang yang dicintai.

Jika penghalang ini dapat disingkirkan maka akan terjalin benang- benang cinta antara keduanya. Kalau bukan karena kesombongan, hasad, cinta kekuasaan dan permusuhan dari orang-orang kafir, niscaya para rasul-rasul akan menjadi orang yang paling mereka cintai lebih dari cinta mereka kepada diri, keluarga dan harta.

Terapi penyakit al-isyq

Sebagai salah satu jenis penyakit, tentulah al-isyq dapt disembuhkan dengan terapi-terapi tertentu. Diantara terapi tersebut adalah sebagai berikut:

Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan taqdirnya, maka inilah terapi yang paling utama. Sebagaimana terdapat dalam sahihain dari riwayat Ibn Masud Radhiyallahu ?nhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ?laihi wa Sallam bersabda:
“Hai sekalian pemuda, barang siapa yang mampu untuk menikah mak hendaklah dia menikah , barang siap yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina)”

Hadis ini memberikan dua solusi, solusi utama, dan solusi pengganti. Solusi petama adalah menikah, maka jika solusi ini dapat dilakukan maka tidak boleh mencari solusi lain. Ibnu Majah meriwaytkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda : “Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan”

Inilah tujuan dan anjuran Allah untuk menikahi wanita, baik yang merdeka ataupun budak dalam firman-Nya : “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah” (QS. an-Nisa : 28)

Allah menyebutkan dalam ayat ini keringanan yang diberikannya terhadapa hambaNya dan kelemahan manusia untuk menahan syahwatnya denga nmembolehkan mereka menikahi para wanita yang baik-baik dua, tiga ataupun empat,sebagaimana Allah membolehkan bagi mereeka mendatangi budak-budak wanita mereka. Sampai-sampai Allah membuka bagi mereka pintu untuk menikahi budak-budak wanita jika mereka butuh sebagai peredam syahwat, keringanan dan rahmat iNya terhadap makluk yang lemah ini..

Jika terapi pertama tidak dapat dilakukan karena tertutupnya peluang menuju orang yang dikasihinya karena ketentuan syar’i dan takdir, penyakit ini bisa semangkin ganas. Adapun terapinya harus dengan meyakinkan dirinya bahwa apa-apa yang diimpikannya mustahil terjadi, lebih baik baginya untuk segera melupakannya. Jiwa yang berputus asa untuk mendapatkan sesuatu, niscaya akan tenang dan tidak lagi mengingatnya. Jika ternyata belum terlupakan, akan berpengaruh terhadap jiwanya sehingga semangkin menyimpang jauh.

Dalam kondisi seperti ini wajib baginya untuk mencari terapi lain yaitu dengan mengajak akalnya berfikir bahwa menggantungkan hatinya kepada sesuatu yang mustahil dapat dijangkau adalah perbuatan gila, ibarat pungguk merindukan bulan. Bukankah orang-orang akan mengganggapnya termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang tidak waras?

Apabila kemungkinan untuk mendapatkan apa yang dicintainya tertutup karena larangan syariat, terapinya adalah dengan mengangap bahwa yang dicintainya itu bukan ditakdirkan menjadi miliknya. Jalan keselamatan adalah dengan menjauhkan dirinya dari yang dicintainya.Dia harus merasa bahwa pintu kearah yang diingininya tertutup, dan mustahil tercapai.

Jika ternyata jiwanya yang selalu menyuruhnya kepada kemungkaran masih tetap menuntut, hendaklah dia mau meninggalkannya karena dua hal, pertama karena takut(kepada Allah)yaitu dengan menumbuhkan perasaan bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat,lebih baik dan lebih kekal. Seseorang yang berakal jika menimbang-nimbang antara mencintai sesuatu yang cepat sirna dengan sesuatu yang lebih layak untuk dicintai, lebih bermanfaat, lebih kekal dan lebih nikmat, akan memilih yang lebih tinggi derajatnya. Jangan sampai engkau menggadaikan kenikmatan abadi yang tidak terlintas dalam pikiranmu dengan kenikmatan sesaat yang segera berbalik menjadi sumber penyakit. Ibarat orang yang sedang bermimpi indah, ataupun menghayal terbang melayang jauh, ketika tersadar ternyata hanyalah mimpi dan khayalan, akhirnya sirnalah segala keindahan semu, tinggal keletihan, hilang nafsu dan kebinasaan menunggu.

Kedua keyakinan bahwa berbagai resiko yang sangat menyakitkan akan ditemuinya jika dia gagal melupakan yang dikasihinya, dia akan mengalami dua hal yang menyakitkan sekaligus, yaitu: gagal dalam mendapatkan kekasih yang diinginkannya, dan bencana menyakitkan dan siksa yang pasti akan menimpanya. Jika yakin bakal mendapati dua hal menyakitkan ini niscaya akan mudah baginya meninggalkan perasaan ingin memiliki yang dicinta.Dia akan bepikir bahwa sabar menahan diri itu lebih baik. Akal, agama , harga diri dan kemanusiaannya akan memerintahkannya untuk bersabar sedikit demi mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Sementara kebodohan, hawa nafsu, kezalimannya kan memerintahkannya untuk mengalah mendapatkan apa yang dikasihinya . orang yang terhindar adalah orang-orang yang dipelihara oleh Allah.

Jika hawa nafsunya masih tetap ngotot dan tidak terima dengan terapi tadi, maka hendaklah berfikir mengenai dampak negatif dan kerusakan yang akan ditimbulkannya segera, dan kemasalahatan yang akan gagal diraihnya. Sebab mengikuti hawa nafsunya akan menimbulkan kerusakan dunia dan menepis kebaikan yang datang, lebih parah lagi dengan memperturutkan hawa nafsu ini akan menghalanginya untuk mendapat petunjuk yang merupakan kunci keberhasilannya dan kemaslahatannya.

Jika terapi ini tidak mempan juga untuknya, hendaklah dia selalu mengingat sisi-sisi kejelekan kekasihnya,dan hal-hal yang membuatnya dampat menjauh darinya, jika dia mau mencari-cari kejelekan yang ada pada kekasihnya niscaya dia akan mendapatkannya lebih dominan dari keindahannya, hendaklah dia banyak bertanya kepada orang-orang yang berada disekeliling kekasihnya tentang berbagai kejelekannya yang tersembunyi baginya. Sebab sebagaiman kecantikan adalah faktor pendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya demikian pula kejelekan adalah pendorong kuat agar dia dapat membencinya dan menjauhinya. Hendaklah dia mempertimbangkan dua sisi ini dan memilih yang terbaik baginya. Jangan sampai terperdaya dengan kecantikan kulit dengan membandingkannya dengan orang yang terkena penyakit sopak dan kusta, tetapi hendaklah dia memalingkan pandangannnya kepada kejelelekan sikap dan prilakunya, hendaklah dia menutup matanya dari kecantikan fisik dan melihat kepada kejekan yang diceritakan mengenainya dan kejelekan hatinya.

Jika terapi ini masih saja tidak mempan baginya, maka terapi terakhir adalah mengadu dan memohon dengan jujur kepada Allah yang senantiasa menolong orang-orang yang ditimpa musibah jika memohon kepadaNya, hendaklah dia menyerahkan jiwa sepenuhnya dihadapan kebesaranNya, sambil memohon, merendahkan dan menghinakan diri. Jika dia dapat melaksankan terapi akhir ini, maka sesunguhnya dia telah membuka pintu taufik (pertolongan Allah). Hendaklah dia berbuat iffah (menjaga diri) dan menyembunyikan perasaannya, jangan sampai dia menjelek-jelekkan kekasihanya dan mempermalukannya dihadapan manusia, ataupun menyakitinya, sebab hal tersebut adalah kezaliman dan melampaui batas.

Demikianlah kiat-kiat khusus untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun ibarat kata pepatah:”mencegah lebih baik daripada mengobati” maka sebelum terkena lebih baik menghindar. Bagaimana cara menghindarinya? tidak lain dengan tazkiyatun nafs. Semoga pembahasan ini bermanfaat.
(Diterjemahkan dari kitab Zadul Ma’ad fi hadyi khairi Ibad juz 4/hlm. 265-274)

Footnote :
1 Ini berita batil yang diriwayatkan oleh Ibn Sa’ad dalam “ at-Tabaqat”8/101-102, dan al-Hakim 3/23 dari jalan Muhammad ibn Umar al –Waqidi seorang yang Matruk (ditinggalkan)– dan sebagian menggapnya sebagai pemalsu hadis, dari Muhakmmad ibn Yahya ibn Hibban–seorang yang siqah –namun riwayat yang diriwayatkannya dari Nabi sekuruhnya mursal. Kebatilah riwayat ini telah diterangkan oleh para ulama almuhaqqiqin. Mereka berkata:” Penukil riwayat ini dan yang menggunakan ayat ini sebagai dalil terhadap prasangka buruk mereka mengenai Rasulullah sebenranya tidak meletetakkan kedudukan kenabianRasulullah sebagaimana layaknya, dan tidak mengerti makna kemaksuman Beliau. Sesungguhnya yang disembunayikan Nabi di dalam dirinya dan belakangan Allah nampakkan adalah berita yang Allah sampaikan padanya bahwa kelak Zaenab akan menjadi istrinya. Faktor yang membuat nabi menyembunyikan berita ini tidak lain disebabkan perasaan takut beliau terhadap perkataan orang bahwa Beliau tega menikahi istri anak angkatnya . Sebenarnya dengan kisah ini Allah ingin membatakan tadisi jahiliyyah ini dalam hal adopsi , yaitu dengan menikahkan Rasulullah dengan istri anak angkatnya.Peristiwa yang terjadi dengan Rasulullah ini sebagai pemimpin manusia akan lebih diterima dan mengena di hati mereka.. Lihat “Ahkam Alquran” 3/1530,1532 karaya Ibn Arabi dan “Fathul Bari8/303, Ibn Kastir 3/492, dan Ruhul Ma’ani 22/24-25.
2 Hadis diriwaytkan oleh Bukhari 7/15 dalam bab fadhail sahabat Nabi, dari jalan Abdullah ibn Abbas, dan diriwayatkan oleh Imam Muslim (2384) dalam fadailSahabat, bab keutamaan Abu Bakar, dari jalan Abdullah ibn Masud, dan keduanya sepakat meriwayatkan dari jalan Abu Sa’id al-khudri.
3 Hadis Riwayt Bukhari 7/267dari hadis ‘Aisyah secara muallaq, dan Muslim (2638)dari jalan Abu Hurairah secara mausul
4 Diriwayatkan oleh Ahmad 6/145, 160, dan an-Nasai dari jalan ‘Aisyah Bahwa Rasulullah Saw bersabda:”Aku bersumpah terhadap tiga hal, Allah tidak akan menjadikan orang-orang yang memiliki saham dalam Islam sama dengan orang yang tidak memiliki saham, saham itu yakni: Sholat, puasa dan zakat. Tidak lah Allah mengangkat seseorang di dunia, kemudain ada selainNya yang dapat mengankat (derajatnya) di hari kiamat. Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali kelak Allah akan menggumpulkannya bersama(di akhirat). Kalau boleh aku bersumpat terhadap yang keempat dan kuharap aku tiodak berdosa dalam hal ini yaitu tidaklah seseorang memberi pakaian kepada orang lain (untuk menutupi auratnya)kecuali Allah akn memberikannya pakaian penutup di hari kiamat”. Para perawi hadis ini stiqah kecuali Ssyaibahal-khudri( di dalam Musnad di tulis keliru dengan al-isyq-hadromi). Dia meriwayatkan dari Urwah, dan dia tidak di tsiqahkan kecuali oleh Ibn Hibban, namun ada syahidnya dari hadisjIbn Masud dari jalur Abu Ya’la, dan Thabrani dari jalur Abu Umamah, dengan kedua jalan ini hadis ini menjadi sahih.

Madu, ah biasa aja!…Tapi,….. kali ini…luar biasa???

Posted on October 6th, 2006 in Uncategorized by moslempharmacist

Bismillaairrahmaanirrahiim.

Sewaktu kita mendengar kata MADU, saya yakin akan banyak orang mengungkapkan satu kata itu menjadi suatu untaian kalimat yang bermacam-macam.Ada yang madu dari lebah –>untuk yang sedang sehat (pikirannya,insyaaAlloh), ada juga yang mungkin berpikiran tentang suatu bulan yang tidak ada dalam daftar bulan Hijriyah maupun Masehi, yaitu bulan MADU –>untuk yang sedang "mabuk". Dan banyak lagi…!ndak usah pusing-pusing.

Baik…!!! Kita sehatkan pikiran kita dulu ya…dengan senyuman yang tulus dan Bismillah :)

Madu…!!!

Suatu cairan yang dihasilkan dari perut si lebah yang bisa menjadi obat bagi manusia. Sampai saat ini, telah banyak banget sekali penelitian tentang cairan ini. Bahkan mungkin banyak orang yang udah bosen ndengerin penelitian-penelitian tentang madu ini termasuk para penguji PKM <semoga saya bisa lolos tahun ini… :)> atau malah kita ummat muslim yang jelas-jelas diberitahu langsung oleh yang punya semesta ini,Alloh ta’aala.Na’udzubillaahi min dzaalik.

Tapi………………..

Yah begitulah namanya ilmuwan dunia, takkan banyak tinggal diam dan merenung saja.Selalu diusahakan untuk mendapatkan masalah atau kalau ndak, …..ya mbuat masalah sendiri.

Itulah yang terjadi. Penelitian yang terakhir ini mengungkap bahwa madu ternyata mampu mencegah Osteoporosis pada tikus dengan angka yang cukup signifikan. Penelitian ini dilakukan oleh satu tim yang semuanya adalah orang JEPANG. Judulnya ini nih:

Royal Jelly Prevents Osteoporosis in Rats: Beneficial Effects in Ovariectomy Model and in Bone Tissue Culture Model

Ngeri nggak tu judulnya???>>>nggak tuh we…soalnye kagak tahu artinye.

Lihat aja situsnya di http://ecam.oxfordjournals.org/cgi/content/full/3/3/339#top

Awalnya sih mereka hanya tahu kalau madu itu mengandung testosteron dan aktivitas mirip hormon steroid yang menurut mereka mungkin bisa untuk menangani Osteoporosis. Gitu!

Semoga bermanfaat bagi saudara-saudaraku sesama muslim. Alloohu akbar

 

Untuk Isteri-isteri para Pejuang

Posted on August 27th, 2006 in Uncategorized by moslempharmacist

Kutuliskan poem ini untuk para pejuang Islam di manapun berada. Jangan pernah meninggalkan perjuangan di jalan Allah. Betapa seluruh hajat hidup seharusnya bertumpu pada kepentingan perjuangan di jalan Allah termasuk menikah, berkeluarga, bersuami isteri. Inilah tren pernikahan yang seharusnya kita pertahankan. Wallahu a’lam

Buat manusia istimewa dalam hidup ini… dan juga isteri-isteri pejuang… serta bakal isteri seorang pejuang

Isteriku….
Apabila kusentuh telapak tanganmu…
Saat kuusap dan kurasakan guratannya,
Kudapatkan parutan kasar dan semakin kasar….
Dan ketika kupandangi wajahmu….
Terpancar sinar bahagia dan ketenangan walaupun kutahu…
Redup matamu menyimpan satu rintihan yang memberat….
Ketika kutersentak dari pembaringan di kala fajar kadzib menyingsing…
Aku terpana dengan munajatmu yang syahdu.

Isteriku…
Tatkala teman-temanmu tengah bersantai, happy fun….
Di keramaian dunia ciptaan mereka…
Engkau bahagia mengorbankan seluruh detik-detikmu….
Hanya untuk Islam dan keagungan muslimin…
Tatkala lengan-lengan mereka dibaluti…
Pelbagai hiasan yang indah…
Leher-leher mereka memberat dilingkari dengan kilauan emas berlian…
Pakaian-pakaian anggun bak puteri kayangan…
Wajah mereka dibaluri pelbagai warna dan jenama…
Kau umpama ladang ummah…
Kau menginfaqkan seluruh jiwa dan raga demi kebangkitan Islam…
Kau tak pernah bersungut-sungut, mengeluh, meminta-minta maupun
mengadu domba…
Tatkala mereka berlomba-lomba mengejar pangkat dan nama…
Kau sibuk menjulang nama dengan pengaduanmu di sisi yang Esa…

Isteriku….
Bukan aku tidak mampu membelikan benda dan hiasan-hiasan tersebut… Tetapi isteriku…
Aku masih ingat tatkala aku menyuntingmu untuk kujadikan isteri dan penghuni kamar hatiku….
Kau melafazkan satu tuntutan, “Saya siap mendampingi perjuangan ini bersama akhi tetapi dengan syarat…” Sambil tersenyum kau menghela nafas dalam-dalam….Aku termangu sendirian… Syarat apakah itu? Bungalow kah? Hamparan tanah berhektar-hektar kah? Mobil mewahkah? Intan berliankah? Pakaian sutera yang high class? Perabot mahal dari Itali kah?… Atau honeymoon di Paris ?..
Lama kau mengumpulkan kekuatan untuk sekedar berkata…

Akhirnya…
Arghhh… Permintaanmu itu…
Pasti ditertawakan oleh kerabat dan teman-teman kita…
Aku tergugu, haru dan bangga…
Dengan penuh keyakinan kau berkata..
“Akhi , Mampukah akhi menjadikan saya sebagai isteri yang
kedua ?….
Mampukah akhi menjadikan Islam sebagai isteri pertama yang lebih memerlukan perhatian?…
Mampukah akhi meletakkan kepentingan Islam melebihi segala-galanya termasuk urusan-urusan dunia?…
Mampukah akhi menjual diri semata-mata karena Islam?..
Mampukah akhi berkorban meninggalkan kelezatan dunia?…
Mampukah akhi menjadikan Islam laksana bara api….
Akhi perlu menggenggamnya agar bara itu terus menyala…

Mampukah akhi menjadi lilin yang rela membakar diri untuk Islam.. Bukannya seperti lampu pijar yang bisa di’on’kan bila perlu dan di’off’kan bila tidak….
Mampukah akhi mendengar hinaan yang bakal dilontarkan kepada anda karena perjuangan anda….
Dan…mampukah akhi menjadikan saya isteri seorang pejuang yang tidak dimanja dengan fatamorgana dunia?…

Aduh! Banyaknya syarat-syarat itu isteriku…
Namun aku menerima syarat-syarat tersebut karena aku tahu..
Jiwamu kosong dari syurga dunia…
Karena aku tahu kau mampu mengubah dunia ini dengan iman dan akhlakmu..
Bukannya kau yang diubah oleh dunia…

Isteriku..
Akhirnya jadilah engkau penolong setiaku sebagai nakhoda mengemudi bahtera kehidupan kita…
Susah senang kita tempuh bersama…
Aku terharu dengan segala kebaikanmu…
Kau jaga akhlakmu…
Kau pelihara maruahmu selaku muslimah…
Kau tak pernah mengeluh apabila sering ditinggalkan demi tugasku menegakkan Islam ke persada agung….
Kau jua sanggup mengekang mata menungguku sambil memberikan aku suatu senyuman terindah di ambang pintu tatkala aku pulang lewat malam…. Malah kau seringkali meniupkan semangat untuk aku terus tsabat di pentas perjuangan ini….
Kau tabur bunga-bunga jihad walaupun kita masih jauh dengan keharuman kemenangan…

Isteriku..
Tangkasnya engkau selaku isteri…
Biarpun kau jua sibuk bersama mengorbankan tenaga dalam perjuanganku ini..
Kau jaga relasi kita dengan indahnya…
Kau siraminya dengan wangian cinta dan kasih sayang….
Kau tak pernah menjadikan kesibukanmu itu untuk kau lari dari amanahmu meskipun jadwalmu padat dengan agenda-agenda bersama masyarakat dan kaum sejenismu….
Cekalnya engkau mendidik anak-anak…
Kau kenalkan mereka dengan Allah, Rasul saw, para sahabat yang mulia serta para
pejuang Islam…
Kau titipkan semangat mereka sebagai generasi pelapis jundullah…
Kau asuh mereka hidup dengan Al Quran…
Malah kau temani mereka mengulangkaji pelajaran dikala menjelang imtihan…

Isteriku…
Tangan yang mengayun buaian dapat mengguncang dunia…
Kau beri didikan dua generasi sekaligus, generasi kini dan generasi kan datang

Suamimu dan anak-anakmu dengan MAHABBAH
….WAHAI ISTERIKU..

SEDEKAH ORANG YANG MENANGIS

Posted on August 27th, 2006 in Uncategorized by moslempharmacist

Perang Tabuk dikenal sebagai perang paling \’kritis\’ karena tantangan besar yang dihadapi sahabat menuju tempat itu, yang terletak nun jauh di dekat perbatasan Syams. Terik panas yang memanggang saat perang memunculkan berbagai sifat manusia Islam yang sesungguhnya, yang berbeda dari sifat orang-orang yang pengecut dan munafiqin. Mereka yang terakhir ini datang kepada Rasulullah meminta izin untuk tidak terlibat dalam berperang dengan berbagai alasan yang mengada-ada.
Namun, para sahabat yang benar (shidiq) imannya, menampakkan sifat keberanian dan pengorbanan. Kalapun ada diantara mereka yang tidak turut berperang, hal itu bukan karena sebab duniawi, namun karena tidak adanya perlengkapan perang. Mereka telah datang menghadap Rasulullah meminta perlengkapan itu dan ditolak karena memang tidak ada simpanan perlengkapan itu padanya. Mereka pun pulang dengan duka yang menggunung dan air mata yang senantiasa menggenang di pelopak mata. Allah melukiskan kondisi orang-orang ini dalam firman-Nya:

Dan tiada pula (dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu supaya kamu memberikan kepada mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tiada memperoleh kendaraan untuk membawa kalian.” Lalu mereka kembali sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan lantaran mereka tidak memperoleh apa-apa yang akan mereka nafkahkan.” (QS. 9:92)

Diantara mereka adalah Ulyah bin Yazid, yang kemudian bangun malam untuk sholat tahajjud, kemudian bersimpuh dan bermunajat kepada Allah SWT dengan diiringi tangis nan memilukan. Do’anya kepada Allah SWT:

“Ya Allah! Engkau telah memerintahkan berjihad maka akupun mencintainya. Kemudian Engkau tidak menjadikan untukku apa yang menguatkanku dalam jihad ini, dan Engkau juga tidak menjadikan pada Rasulullah (kendaraan) yang membawaku dalam jihad ini. Dengan ini aku bersedekah terhadap setiap muslim dengan kedzaliman mereka yang menimpaku baik pada harta, jasad dan kehormatan.”

Paginya, seperti biasa ia berkumpul dengan sahabat lain. Rasulullah bertanya, “Dimanakah orang yang bersedekah tadi malam?” Tak seorangpun sahabat berdiri. “Mana orang yang bersedekah?” Tanya Rasulullah sekali lagi. Maka berdirilah Ulyah bin Yazid dan menemui Rasulullah. Beliau berkata padanya, “Bergembiralah, Demi Dzat yang jiwa itu berada dalam genggaman tangan-Nya, sedekahmu telah ditulis pada zakat yang diterima.” [Kutipan dari Al-Bidayah wa An-Nihayah 5/5 dan disyahkan oleh Albani. Lihat Fiqhus Sirah: 439]

SubhanalLaah! Dengan ungkapan yang dalam ini sahabat yang mulia memahami universalitas makna sadaqah, yang boleh jadi telah diabaikan oleh mayoritas kaum muslimin. Meraka membatasi pemahaman sadaqah hanya pada harta semata tanpa menoleh pada makna yang luas dalam syari’ah.

Rasulullah SAW telah menyebutkan beberapa macam sadaqah dalam sebuah sabdanya: “Atas setiap persendian kalian sadaqah, setiap tasbih adalah sadaqah, setiap tahmid adalah sadaqah, setiap tahlil adalah sadaqah. Semuanya itu dibalas seperti balasan bagi amal dua raka’at dari
sholat dhuha.” (HSR. Muslim: 720). Biasanya sadaqah semacam ini mudah dilaksanakan dan ringan di jiwa.

Sesungguhnya sahabat yang mulia ini, Ulyah bin Yazid, bersedekah dengan perkara yang sulit bagi jiwa. Ia melepaskan dan mundur dari haknya atas kedzaliman yang menimpa pada hartanya yang dirampas tanpa dasar kebenaran dan tidak dikembalikan kepadanya; atau pada jasadnya yang disakiti tanpa dasar yang benar; atau pada kehormatan yang dihasud tanpa bukti; atau dituduh padahal ia bebas darinya; atau dihina, dicela tanpa alasan jelas dan benar. Alangkah agungnya sadaqah seperti ini yang tidak banyak orang yang mampumelaksanakannya.

Karena agungnya sadaqah macam ini, Rasululah SAW memberikan khabar gembira, bahwasanya ia diterima sebagai zakat. Maka siapakah diantara kita yang mampu bersedekah seperti ini?

Waqafat Tarbawiyah Fii As-Siirah An-Nabawiyyah

Kang Bayu Ke Palestine?

Posted on August 21st, 2006 in Uncategorized by moslempharmacist

Entah mimpi apa saya di malam Jum’at lalu, karena keesokan harinya Jum’at (7/7) hati ini dibuat berdebar-debar dalam rapat Tim ACT-Aksi Cepat Tanggap hari itu. Betapa tidak, salah satu topik yang dibicarakan pada hari itu adalah soal Palestina. Bagaimana pun, ACT sudah mendapat kepercayaan untuk menggalang dana bantuan kemanusiaan untuk negeri yang tengah diembargo -di segala bidang- itu.

Karenanya sesuai amanah yang harus diemban itu, ACT harus mengirim bantuan kemanusiaan itu langsung ke Palestina, tidak melalui perantara dengan maksud agar bantuan langsung sampai ke tangan yang berhak, dalam hal ini rakyat Palestina. Yang membuat berdebar, adalah ketika person yang ditunjuk untuk berangkat ke Palestina adalah saya. Ha??? saya??? ya benar saya dan ditemani seorang personil tim ACT lainnya ( yang satu masih konfirmasi).

“Kenapa saya?” kalimat ini yang hingga coretan ini dibuat masih terus merayapi hati dan benak saya. Hari itu, secara refleks saya menjawab, “Bersedia”. Walau pun saya belum minta ijin dari isteri dan anak-anak (kalau anak-anak sih belum ngerti kali ya?).

Sepulang kerja, saya datangi isteri untuk berbicara serius. Ya, memang harus serius. Misi kemanusiaan kali ini jauh lebih berat dan beresiko tinggi. Saya katakan kepada isteri, bahwa dia harus merelakan lelaki cintanya ini jika terdapat kemungkinan terburuk yang terjadi di negeri suci itu. “Bisa jadi abang nggak pulang, siap?” Apa jawab si cantik? “Ajal itu sudah ada jadwalnya, nggak bisa maju nggak bisa mundur. Sudah tercatat tempat dan musababnya,” sambil tersenyum.

Aha! Keikhlasan seperti ini yang senantiasa saya dapatkan setiap kali berangkat kemana pun. Dan seringkali keikhlasan ini pula yang menjadi penyemangat saya dalam menjalankan tugas. Menjadi penyemangat pula untuk segera kembali berkumpul bersama keluarga tercinta pada saat menjalankan tugas, kenapa? ya karena saya selalu merindukan pelepasan kepergian yang penuh keikhlasan.

Rencananya, Tim ACT akan berangkat ke Palestina Jum’at, 14 Juli 2006. Itu pun jika semua urusan dokumentasi beres, dan tidak ada kendala teknis lainnya yang menghambat. Namun semuanya kami serahkan kepada Allah yang Maha Memudahkan. Bukankah segala urusan jika sudah digenggaman-Nya menjadi sederhana?

Jika memang jadi berangkat. Masih ada waktu bagi saya untuk meminta maaf kepada rekan-rekan, sahabat, saudara sekalian. Boleh jadi ada sering khilfaf dan salah terselip di antara kalimat dan sikap saya selama bersahabat dan berhubungan. Mohon doa dan dukungan agar saya bisa mengikhlaskan hati untuk mantap melangkah ke negeri para Syuhada itu. Ini misi kemanusiaan, tapi ini juga bisa menjadi ladang amal luar biasa buat lelaki sederhana ini. Allaahu Akbar!

nb. Tapi kalau saya nggak jadi berangkat, jangan dimarahin ya. Dan jika masih ada amanah yang mau sama2 dititipkan sebelum keberangkatan ke Palestina, bisa ditunggu kok.

Do’a Sopir Taksi di Amman

Posted on August 21st, 2006 in Uncategorized by moslempharmacist

Ibrahim Musa Ibrahim Salamah, 26 tahun, supir taksi yang mengantar tim ACT-Aksi Cepat Tanggap kemana pun pergi untuk mencari alamat-alamat di Amman, Jordania yang sangat asing bagi anggota tim. Ada satu kesan yang ditangkap ketika kali pertama pemuda berwajah tampan ini mengantar tim ACT ke suatu tempat. Ketika Husni menyebut asal tim dari Indonesia, ia langsung terperanjat dan memekik, “Allahu Akbar, Anda saudara kami,” tentu saja dalam bahasa Arab.

Ibrahim mengaku sangat senang bisa bertemu orang Indonesia. Seperti halnya, semua orang yang pernah ditemui, komentar mereka setiap kali mendengar kata “Indonesia” adalah MUSLIM. Ya, bagi orang Jordania, Indonesia sangat terkenal dengan masyarakatnya yang mayoritas muslim dan jumlah ummat Islam terbanyak di dunia. Karenanya jangan heran, ketika Anda menyebut berasal dari Indonesia, serta merta orang Jordania akan menyapa, “Assalaamu’alaikum, muslim?”

Kembali kepada Ibrahim. Ada yang menarik setiap kali ia mengantar tim ACT, mulutnya tak henti melafazkan ayat-ayat Allah. Kadang ia mengeluarkan hadits, atau bahkan memberikan taushiah. “Ini taushiah kematian, untuk saya pribadi,” meski taushiah itu juga sangat mengena bagi tim ACT. Selidik punya selidik, tim ACT harus mengacungkan jempol kepada Ibrahim yang ternyata hafizh (penghafal) qur’an.

Ketika diceritakan bahwa tim ACT merupakan tim kemanusiaan yang membawa bantuan untuk rakyat Palestina dan Libanon yang sedang dilanda kekejian Israel, Ibrahim langsung berteriak, “Allaahu Akbar, Allaahu Akbar! Saya orang Palestina, saya ini Hamas. Saya Palestina, dan cita-cita saya bisa kembali ke Palestina,” walau Ibrahim tak pernah tahu kapan ia bisa kembali mengunjungi negaranya.

Sesungguhnya, sebagian besar penduduk kota Amman adalah orang Palestina, atau setidaknya keturunan Palestina. Di tahun 1967, orang-orang Palestina mengungsi ke Amman. Sangat dekat jarak Amman dengan perbatasan Palestina, tidak sampai 45 menit. Tim ACT sendiri membuktikannya dengan langsung mendatangi perbatasan tersebut. Namun, ketatnya penjagaan dan seringkali militer Israel bertindak tidak ramah kepada pengunjung, siapa pun dianjurkan untuk tidak mendekat. Dari perbatasan tersebut, tim bisa langsung melihat begitu ketatnya penjagaan militer Israel.

“Kami ingin sekali masuk ke wilayah Palestina,” ujar Husni kepada Ibrahim. Ibrahim pun tertawa kecil, “Saya yang Palestina dan masih memiliki identitas Palestina pun tidak bisa masuk. Apalagi Anda….”

Ibrahim bercerita tentang keluarganya yang sebagian besar menjadi mujahid (pejuang) di tanah para nabi, Palestina. Pada saat remaja, ia dibawa pergi orang tuanya dari Palestina ke Jordania. Sejak itulah ia tak pernah lagi menginjakkan kakinya di Palestina. “Andai ada kesempatan satu jam saja ke Palestina, saya hanya ingin sholat dua rakaat di Masjid Al Aqsha. Walau mungkin saja saya mengikuti jejak saudara-saudara saya berperang untuk kemerdekaan Palestina,” harapnya.

Pada kesempatan berikutnya, Ibrahim diminta tim ACT untuk berdoa untuk Palestina dan Libanon yang saat ini sedang terlibat pertempuran sengit dengan Israel. Sambil memegang kemudi, sedetik kemudian, rangkaian doa teramat indah mengalir dari mulutnya. Intinya, kepada Allah ia meminta pertolongan untuk muslimin Palestina, muslimin Libanon, muslimin Thailand, muslimin Irak, muslimin Indonesia, dan siapa pun yang masih menyebut “Laa ilaaha illa Allah, Muhammad Ar Rasuulullah”. “Ya Allah, hancurkan Israel, hancurkan Amerika, hancurkan siapa pun yang membantu Israel,” lanjutnya dalam doa.

Yang menarik dari doa Ibrahim adalah ketika dia meminta agar Allah mempersatukan seluruh warga Palestina dan ummat Islam di seluruh dunia. Karena hanya dengan bersatulah Palestina akan merdeka. “Seperti halnya saya, saya ingin orang-orang di sini kembali ke Palestina dan berjuang untuk negerinya,” sambil menunjuk kawasan bisnis, Simisani, yang hampir seratus persen dimiliki oleh orang atau keturunan Palestina. Diakui Ibrahim, semua orang Palestina di Jordania sangat ingin kembali dan berjuang bersama-sama. Namun hal itu nampaknya sulit dilakukannya, karena tidak ada jalan untuk masuk ke Palestina selain melewati empat kali check point tentara Israel dari perbatasan Amman-Palestina.

Jangankan Ibrahim. Ali Syarqawi, General Manager Al-Munashara Islamic Zakat Committee for Palestinian People pun berujar singkat ketika tim ACT utarakan keinginan untuk masuk wilayah Palestina. “Jika bisa, saya sudah lebih dulu berada di Palestina dan mungkin tidak bertemu di sini,” katanya. Sebagian bantuan yang diamanahkan untuk Palestina, akan disalurkan lembaga yang berkedudukan di Jordania ini.

Ali Syarqawi, Ibrahim Musa, dan jutaan orang di Amman, Jordania, senantiasa menjaga mimpi mereka untuk menginjakkan kaki di tanah Palestina. “Kami orang Palestina yang untuk ke negara kami sendiri pun tidak bisa,” ujar Ali Syarqawi. Dari Amman-lah mereka menyatukan langkah untuk merawat cita-cita kemerdekaan Palestina. “Ya, karena sebagian besar warga Amman adalah orang Palestina,” jelas Ibrahim. (Gaw)

Jika Esok Tak Pernah Datang

Posted on August 21st, 2006 in Uncategorized by moslempharmacist

Setiap bangun tidur dan membuka mata, yang terucap adalah kalimat syukur bahwa Allah masih mengizinkan diri ini kembali melihat fajar. Merasai hembusan angin pagi yang menerobos celah jendela, dan menjumpai semua yang semalam terlihat sebelum mata terpejam masih seperti sedia kala, tidak ada yang berubah.

Kemudian melangkahlah dengan iringan doa di gerbang mungil menuju arena perjuangan kehidupan. Dengan tuntunan-Nya lah diri ini tak melangkah ke jalan yang salah, tak menjamah yang bukan hak, tak melihat yang dilarang, tak memamah yang tak halal, tak mendengar yang batil, dan tak banyak melakukan yang sia-sia. Karena setiap waktu yang terlewati pasti akan ditagih tanggungjawabnya. Lantaran semua jalan yang dilalui akan dimintai kesaksiannya atas diri ini. Dan sebab seluruh indera ini akan diminta bicara tentang apa-apa yang pernah tercipta.

Hari ini, masih ada lalai terbuat. Masih juga lengah sehingga khilaf tercipta. Meski segunung taushiah pernah didengar, mulut ini masih terselip berucap dusta, saringan telinga ini tetap tak mampu membendung suara-suara melenakan, dan masih saja ada perbuatan yang salah, walau itu dalam bingkai alpa. Padahal, di setiap terminal ruhiyah, sedikitnya lima kali sehari lidah ini berucap, tangan ini tertengadah, dan mata menitikkan butir bening, seraya memohon perlindungan dari Allah dijauhkan dari salah dan dosa. Tetapi, masih juga langkah ini menuju arah yang sesat.

Setiap hari menangis, setiap hari meminta ampunan, setiap hari berbuat salah. Hari ini mencipta dosa, esok sibuk bersujud, meluluhkan air mata, menyusun kalimat doa, menganyam pinta semoga Allah menghapusnya dalam sekejap. Detik ini berbuat salah, terlalu lama menghapusnya, bahkan kadang lupa. Padahal, bisa saja sedetik kemudian diri ini tak lagi sempat memohon ampunan. Lupakah bahwa waktu sangat cepat berlalu. Lupakah pula bahwa menyesal di akhirat hanyalah kesiaan yang nyata?

Bagaimana jika hari esok tak pernah datang, padahal baru saja seharian ini berenang di lautan dosa. Padahal belum sempat menghapus noda hari ini, kemarin, sepekan yang lalu, setahun lalu, dan bertahun-tahun yang lalu. Bagaimana jika Allah tak berkenan membukakan mata kita setelah sepanjang malam terlelap? bagaimana jika perjumpaan dan canda riang bersama keluarga semalam adalah yang terakhir kalinya. Ketika esok harinya ruh ini melihat seluruh keluarga menangisi jasad diri yang terbujur kaku berkafan putih.

Bagaimana jika matahari esok terbit dari barat, tak seperti biasanya dari timur? Padahal hari ini lupa menyebut nama-Nya. Padahal di hari ini, belum sempat mengunjungi satu persatu keluarga, kerabat, sahabat, tetangga, dan orang-orang yang pernah tersakiti oleh lidah dan tindakan kita. Sudah terlalu lama tak mencium kaki orang tua mencari keridhaannya, walau tak terhitung salah diri. Belum lagi sempat berderma, setelah derma kecil beberapa tahun lalu yang sering kita banggakan.

Dan jika memang esok tak pernah datang. Sungguh celakalah diri ini. Benar-benar celaka, bila belum sempat mencuci dosa sepanjang hidup. Bila belum mendengar ungkapan maaf dari orang-orang yang pernah terzalimi, bila belum menyisihkan harta yang menjadi hak orang lain, bila belum sempat meminta ampun atas segala salah dan khilaf yang tercipta.

Maka, saat pagi ini Allah masih memperkenankan diri menikmati fajar, mulaikan hari dengan kalimat, “terima kasih, Allah” (Gaw)
gawtama.blogspot.com

Palestina: Kenapa Ndak Indonesia Dulu

Posted on August 18th, 2006 in Uncategorized by moslempharmacist

Dari www.syariahonline.com 

Bagaimana Memposisikan Palestina ?

Assalamu’alaikum Wr Wb Langsung aja ustadz, 1. ada pendapat , mengapa kita harus membela palestina ? seharusnya kita perkuat terlebih dahulu diri kita lalu negara lain. 2. bagaimana sikap ummat islam dengan yahudi/zionis internl, apakah ummat islam di palestina tetap melakukan perjanjian dengan mereka sebagiamana rasulullah saw berunding dengan orang2 yahudi.mohon penjelasan.terima kasih ust

Wassalam

Sari
Bekasi
2003-11-17
13:58:24


Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

1. Mengapa kita harus membela Palestina ?
Ini pertanyaan menarik !!!. Mengapa kita ini sebagai bangsa
Indonesia harus susah-susah mikirin Palestina. Toh mereka itu orang lain, saudara bukan teman juga bukan. Bukankah kita harus memikirkan bangsa kita dulu ?

Pertanyaan dan seruan seperti inilah yang sejak lama ditunggu-tunggu oleh para yahudi zionis. Sejak dahulu mereka mengincar tanah Palestina dan tidak pernah berhasil, karena umat Islam tidak pernah berpikir secara lokal. Lantaran sejak masa Rasulullah SAW, umat Islam itu selalu merasa satu tubuh. Mereka tidak pernah membentuk nasionalisme sempit dan kotak-kotak kecil yang menyekat persaudaraan dan kesatuan mereka.

Ketika sekelompok Yahudi datang mengemis untuk diperbolehkan tinggal di wilayah Palestina kepada Sultan Abdul Hamid II, penguasa khilafah Turki Utsmani saat itu dengan membayar upeti, maka dengan gagah perkasa sultan yang adil itu menjawab,”Walaupun kalian iris tubuhku menjadi potongan-potongan kecil, demi Allah tidak akan aku izinkan kalian tinggal di negeri itu”.

Sehingga satu agenda yang tidak pernah dilupakan oleh yahudi yaitu bagaimana menumbangkan khilafah. Dan agenda itu akhirnya berhasil dilaksanakan karena pada tahun 1924, Mustafa Kamal Ataturk telah membubarkan khilafah Islamiyah terakhir dalam sejarah panjang umat Islam.

Hanya setelah penjajahan bangsa barat-lah umat Islam ini mulai tidak merasa satu tubuh. Setelah para penjajah itu pergi, kita mewarisi sebuh kepandiran berpikir dengan membentuk diri menjadi ratusan negara kecil-kecil yang rata-rata miskin, lemah, terbelakang dan bodoh. Dari yang tadinya sebuah khilafah Islamiyah besar dan ditakuti lawan. Wilayahnya terbentang luas dari Maroko di ujung barat hingga Maroke di ujung Timur. Tapi kini menjadi negara bonsai yang tidak punya kekuatan apa-apa. Hidup terlilit hutang luar negeri dan tidak punya SDM. Kekayaan alamnya habis dijarah mantan penjajah dan persatuannya lenyap.

Maka tepatlah peringatan Rasulullah SAW 1400 tahun yang lalu bahwa umat Islam akan menjadi binatang yang dikerubuti oleh sekawanan binatang pemangsa. Rasa takut dan gentar telah Allah SWT cabut dari hati musuh-musuh Islam itu. Dan sebaliknya Allah SWT memasukkan penyakit wahan ke dalam jiwa umat Islam. Yaitu cinta dunia dan takut mati.

Kalau dahulu Yahudi dunia sulit untuk menjarah Palestina, lantaran mereka tidak hanya menghadapi sebuah bangsa Palestina. Tapi mereka menghadapi 1 Milyar umat Islam di seluruh dunia. Mereka semua merasa bahwa tanah itu milik mereka sendiri. Tapi dengan Al-Gahzwul Fikri (perang pemikiran), yahudi dunia berhasil melokalisir peperangan itu hanya dengan negara-negara arab saja.

Lalu opini semakin dikembangkan sehingga perang itu bisa dilokalisir hanya dengan beberapa gelintir negara yang berbatasan langsung dengan wilayah Palestina seperti Mesir, Suriah, Yordan dan Libanon. Lalu tahap berikutnya lebih mengharukan lagi, karena negara-negara itu kehabisan nafas dan berhenti dari perang bahkan malah berdamai dan membuat hubungan diplomatik dengan yahudi penjarah. Sehingga perang itu hanya berlangsung antara yahudi dengan bangsa Paletina.

Sekarang ini, yahudi bahkan berhasil melokalisir peperangan hanya dengan sekelompok umat Islam dari bangsa Palestina, yaitu Hamas dan Fatah saja. PLO sendiri yang tadinya diharapkan menjadi tumpuan harapan malah ikut duduk semeja dan menerima semua ketentuan yahudi. Nyaris tak ada lagi perlawanan berarti dari umat Islam kecuali lemparan baru dari tangan-tangan mungil anak-anak HAMAS.

Karena itu yang paling berbahagia kalau mendengar pertanyaan di awal jawaban ini tidak lain adalah yahudi sendiri. Mereka berbahagia karena solidaritas dan persatuan umat Islam benar-benar telah lenyap dimakan nasionalisme sempit karya mereka juga. Artinya, penjajahan terhadap komunitas umat Muhammad ini masih benar-benar berjalan sesuai dengan rencana besar mereka.

Karena kalau umat Islam sudah tidak peduli dengan nasib saudaranya, apalagi dengan nasib tanah sucinya, maka pertolongan Allah SWT itu semakin jauh saja.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

FivePointNine Richter Scale(Sharing dariku)

Posted on August 17th, 2006 in Uncategorized by moslempharmacist

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamu’alaa maniittaba’al huda
Alhamdulillaahi rabbil’alaamiin
Allahummashallii ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi.

Segala puji hanya bagi Allah, setelah cukup lama, ingin diriku ini berbagi cerita kepadamu, pembaca blogku, tentang peristiwa 27 Mei 2006 yang lalu walaupun dengan kata-kata tak kan dapat mewakili peristiwa “kecil” itu. InsyaaAllah ini adalah kisah diriku pada peristiwa itu.
Hal ini berawal sejak sekitar 1 minggu sebelum kejadian. Diriku diliputi perasaan yang tidak enak tentang hari-hariku. Tak ingin berlama-lama terkungkung dalam rasa khawatir itu, aku bermohon pada Allah ta’aala agar dihilangkan perasaan tidak enak itu. Alhamdulillaah, syukur pada Allah karena telah menghilangkan perasaan itu dalam hatiku dengan cepat. Salah satu hal yang membuatku cepat hilang perasaan itu adalah bahwa kehendak Allah itu pasti akan terjadi, aku hanya bisa menyerahkan hal itu kepada-Nya semata.
Satu malam sebelum kejadian, tanggal 26 Mei 2006, serasa diri ini sangat ingin dekat pada-Nya. Subuh di hari kejadian itu, diriku masih ingin untuk dekat dengan-Nya. Habis subuh, kulakukan agendaku dihari itu. Setelah selesai, aku duduk di dekat pintu sambil bercakap dengan saudaraku. Ini terjadi beberapa menit sebelum kejadian. Tiba-tiba, terasa ada getaran kecil dan aku masih berpikir tentang apa yang sedang terjadi. Dengan sangat cepat, di tengah kebingunganku itu, oleh Allah langsung diberi lagi dengan getaran yang sangat kuat. Tak sempat aku berpikir lagi, serentak aku dan seluruh keluargaku yang ada di dalam keluar dari rumah.
Saat aku ingin keluar, kuraih gagang pintu lalu kubuka pintu itu selebar mungkin agar keluargaku yang melewatinya dapat keluar dengan mudah, sampai-sampai pintu itu tergedor keras. Ketika semua keluargaku sudah keluar, ibu dan bapak merangkul kami berempat agar tetap bersama dengan terus berdzikir kepada Allah ta’aala.
Kala itu, sungguh diriku melihat dengan sangat jelas, rumah kami dan rumah tetangga seolah seperti rumah kertas yang sangat mudah sekali diombang-ambing dan diliuk-liukkan.”MasyaaAllah (segala sesuatu terjadi karena kehendak Allah)” itulah yang terucap. Walloohu ‘alaa kulli syai in qadiir(dan Allah Maha berkehendak atas segala sesuatu). Bersambung InsyaaAlloh.

Sehat dan Cantik dengan Zaitun

Posted on August 16th, 2006 in Uncategorized by moslempharmacist

Rasanya tak ada yang tak kenal dengan zaitun.walaupun mungkin diantara kita belum pernah melihatnya atau mengkonsumsinya kita semua sebagai muslim tidak asing lagi dengannya.Karena Al-Qur’an mengabadikannya sebagai pohon yang di berkahi.Maka tak heran bila saat ini para peneliti maupun ilmuwan modern banyak menemukan manfaat dan khasiat dari pohon zaitun ini.Tak ada salahnya kita meneliti lebih dalam lagi tentang manfaat zaitun ini bagi kita terutama para akhwat yang ingin tetap tampil sehat dan cantik (Insya Allah) dengan zaitun.Ibnul Qayyim AL-Jauziyah dalam bukunya Zaadul Maad menerangkan tentang keutamaan pohon zaitun :

”Allah Berfirman tentang Zaitun :

”Yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya,(yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak disebelah timur dan tidak pula disebelah baratnya, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api” {An-Nuur:35}

Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan dengan isnad yang jayyid, dari hadits Abu Hurairah, Nabi kita Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

”makanlah minyak zaitun dan minyakilah dengannya, karena ia berasal dari pohon yang penuh barakah”

Kemudian Ibnul Qayyim melanjutkan lagi bahwa :

Kualitas minyak zaitun tergantung dari kualitas buah zaitun.Perasan dari buah yang masak adalah yang paling baik.Minyak dari buah zaitun masih mentah bersifat dingin dan kering. minyak dari buah zaitun yang merah berkualitas menengah dan dari buah zaitun yang hitam memiliki sifat yang panas dan lembab secara seimbang.Ia bermanfaat untuk membebaskan racun dan mengeluarkan cacing.semua jenis minyak ini menghaluskan kulit dan menghambat tumbuhnya uban. air zaitun yang asin baik untuk bekas luka karena kebakaran dan menguatkan gusi.Sedangkan daun zaitun digunakan untuk mengobati luka, gatal-gatal dan mencegah keringat. (Zaadul Maad hal:333)

Tak heran bila orang-orang Arab banyak mengkonsumsi buah zaitu dan sekaligus minyaknya ini. Diantara mereka ada yang cukup dengan menyantap minyak zaitun dengan roti Arab saja..Biasanya kaum wanita Arab meminyaki rambut mereka dengan minyak zaitun sebelum tidur kemudian berkeramas keesokan harinya menjadikannya lebat , tidak mudah rontok dan panjang.

Selain itu bagi para ibu muda (akhwat) yang sedang mengandung ternyata minyak zaitun inipun dapat dipakai untuk mengoles bagian perut yang terkadang gatal dan mengurangi guratan di seputar perut bila rajin menggunakannya, insya Allah.Para pakar kecantikan modern menggunakan minyak zaitun dalam pembuatan krem kecantikan mereka untuk menghilangkan guratan setelah melahirkan.

Mengenal lebih dalam lagi tentang zaitun, ini,Buah zaitun yang diawetkan sering digunakan sebagai campuran hidangan seperti salad, pizza, mezze dari Yunani atau untuk campuran tapas dari Spanyol.

Dalam dunia kuliner, selain buah zaitun utuh, minyaknya pun sangat terkenal. Minya zaitun yang berwarna kuning pucat sampai hijau tua merupakan minyak nabati tak jenuh tunggal. Tentu saja dapat pula menambah nilai gizi pada masakan. Ada tiga jenis minyak zaitun yang dijual di pasaran. Biasanya tersedia dalam kemasan botol atau kaleng besar. Ada dua jenis zaitun yaitu yang berwarna hijau dan hitam. Sampai saat ini Spanyol dan Itali masih merupakan negara terdepan dalam memproduksi minyak zaitun.

buah dari tanaman yang banyak tumbuh di daratan Mediterania ini, uga dipakai untuk menjaga kemulusan dan kecantikan kulit para ratu Romawi dan Mesir pada zaman dahulu dan itu bukan merupakan rahasia lagi.

Tampaknya, keyakinan bangsa Romawi terhadap khasiat zaitun kini telah terungkap. Buktinya, para ahli pun berpendapat bahwa nutrisi yang terkandung dalam buah zaitun berguna secara fisiologis dan klinis. Secara fisiologis, zaitun bermanfaat untuk mempercepat proses pencernaan. Sedangkan secara klinis, ia memiliki fungsi sebagai pencegah kanker usus, penyakit kandung kemih, penyakit jantung, dan mampu mampu menurunkan kadar kolesterol.

Pohonnya yang selalu hijau di sepanjang tahun memberi manfaat yang berlimpah bagi kesehatan. Mulai dari kayunya yang keras, buahnya baik yang mentah maupun yang matang, sampai minyaknya, dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan

Selain itu, manfaat zaitun bagi dunia farmasi dan kimia sangat banyak

ini dikarenakan kandungan minyaknya yang tergolong tak jenuh tunggal. Limbah minyak zaitun sendiri masih dapat dipergunakan sebagai bahan bakar, pupuk dan makanan hewan dan minyak pelumas. Sedangkan, biji zaitun dapat digunakan sebagai produk cetakan plastik. Dalam dunia kecantikan buah zaitun juga turut berperan, terbukti beberapa produk kecantikan juga banyak yang menggunakan buah ini.

Minyak zaitun (olive oil) merupakan ‘obat’ andalan bangsa Mesir dan Romawi kuno sejak jaman dulu kala. Sampai sekarang pun minyak zaitun sangat populer bagi bangsa Mesir hingga Mediterania, bukan hanya sebagai bagian dari masak-memasak, tetapi juga berperan menjaga kesehatan mereka.

Hal ini dibuktikan oleh Dimitros Trichopoulus, profesor dari Harvard School of Public Health di AS yang menyelidiki hubungan antara banyaknya konsumsi minyak zaitun dengan pertumbuhan kanker payudara.

Dari penelitian yang melibatkan sedikitnya 2300 wanita diketahui bahwa wanita yang mengkonsumsi minyak zaitun lebih dari satu kali dalam sehari memiliki peluang terkena kanker payudara 25 % lebih rendah dibanding wanita yang kurang mengkonsumsi minyak zaitun.Dan, kenyataannya wanita Mesir dan Mediterania lebih sedikit terkena kanker payudara dibanding dengan wanita Amerika.

“Minyak zaitun banyak mengandung vitamin E yang sangat dibutuhkan untuk menghentikan kerusakan sel-sel pemicu kanker. Selain itu juga, mengandung polifenol yang berperan sebagai penghadang radikal bebas”, ungkapnya lagi.

Jadi kita semua telah mengetahui betapa barakahnya pohon ini.Untuk ukhti muslimah yang senang luluran maka minyak zaitun inipun dapat digunakan untuk luluran sebelum mandi,insya Allah bila rutin di gunakan maka kulit ukhti akan tampak lebih halus dan segar.Nah,mengapa tidak dicoba…jangan lupa bila ada saudara-saudara kita yang ingin safar umrah ataupun haji selain titip air zam-zam sebagai oleh-oleh tak ada salahnya minta pula dikirimi minyak zaitun beserta buahnya.Wallahu ‘alam bish-shawwab.

Sumber:

1.Zaadul Maad,Ibnul qayyim Al-Jauziyah,Pustaka Azzam,1990M

2.Sumber bacaan lain dan pengalaman pribadi

Setetes Parfum yang Kau Usapkan Pada Tubuhmu

Posted on August 16th, 2006 in Uncategorized by moslempharmacist

Parfum dan wanita merupakan bagian yang tak terpisahkan.Saking pentingnya banyak kaum hawa yang tak percaya diri bila tidak memakai benda ini. Sekejap saja kita keluar rumah dijalan, di pasar, di tempat keramaian maka akan dengan mudah hidung kita mencium bau yang semerbak dari wewangian parfum.Berbagai macam merek parfum dijual dari harga di bawah sepuluh ribu rupiah sampai ratusan ribu bahkan ada yang mencapai jutaan.Yang menjadi masalah bukannya merek atau harganya . Sebenarnya boleh nggak sih seorang wanita muslimah keluar dengan memakai parfum?walaupun hanya setetes saja?

Wajib bagi setiap muslimah mengetahui tentang masalah ini agar nantinya bermanfaat bagi diri kita, apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan garis syariat agama kita , sayang kan kalau ternyata hal ini kita anggap enteng (disepelekan)ternyata merupakan suatu kesalahan besar setelah di tinjau dari kacamata islam sehingga anggapan semacam ….ah itukan hanya setetes saja apa salahnya??, atau hanya parfum ini …tidak akan kita dengar lagi ……lalu bagaimana sebenarnya islam memandang masalah wanita yang keluar rumah dengan memakai parfum ??? Ada baiknya kita simak penjelasan berikut ini.

1. Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri shalat isya (dimasjid) bersama kami” {Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)

2. Dari Abu hurairah : “Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian (parfum) menerpanya.Maka Abu Hurairah berkata:”Wahai hamba Allah! apakah kamu hendak kemasjid?”ia menjawab:”Ya!” Abu Hurairah kemudian berkata lagi:”Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat kemasjid” {Hadits shahih, dikeluarkan oleh Al-baihaqi (III/133 dan 246) lihat silsilah Hadits Shahihah Syaikh Albani 3/1031)

3. Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut) ” {Shahih riwayatb Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah}

Dua hadits diatas menjelaskan haramnya seorang wanita keluar ke masjid untuk menghadiri shalat isya dengan memakai wewangian.Disebutnya shalat isya disini tidak berarti menghadiri shalat-shalat lainnya diperbolehkan.Tentu saja tidak!!karena pada hadits ketiganya menunjukkan keumuman seluruh macam shalat baik shalat fardhu maupun sunnah (seperti shalat tarawih dan shalat hari raya). Disebut shalat isya pada hadits no. 1 dan 2 karena fitnahnya lebih besar.Kita lihat penjelasan Ibnul Malik mengenai hal ini :”shalat isya itu dikerjakan pada waktu malam hari, dimana kondisi jalanan pada waktu itu sepi dan gelap, sedangkan bau harum itu dapat membangkitkan birahi laki-laki, sehingga kaum wanita tidak bisa aman dari fitnah pada saat-saat seperti itu.Berbeda dengan waktu lainnya seperti Shubuh dan Magrib yang agak terang. Sudah jelas bahwa memakai wewangian itu menghalangi seorang wanita untuk mendatangi masjid secara mutlak”(Jilbab Wanita Muslimah:143-144)’

Apakah benar hanya ke masjid saja yang dilarang??? kalau begitu keluar rumah asalkan kita nggak ke masjid sah-sah saja kita memakai minyak wangi.Pembahasan ini belum lah selesai. Penulis menemukan satu hadits lagi yang patut kita camkan baik-baik karena apabila kita meremehkan bahaya sekali akibatnya .Ingin tahu lebih detail lagi???

Hadits ini diriwayatkan dari jalan Abu Musa Al-Asyari Radhiyallahu anhu dia menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam telah bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium )baunya , maka dia itu adalah perempuan zina /tuna susila”(Hadits ini hasan shahih diriwayatkan Imam Ahmad(4/414),Abu Dawud(4173),Tirmidzi(2786),An-Nsa’i(8/153)).

Jadi bagi siapa saja wanita muslimah yang memakai parfum ketika keluar rumah akan terkena ancaman ini. Alasan pelarangannya sudah jelas yaitu bahwa hal itu dapat membangkitkan syahwat kaum laki-laki.Al-Alamah Al-Mubarakafuri Rahimahullah menjelaskan hadits diatas dengan mengatakan:

“Yang demikian itu disebut berzina karena wangi-wangian yang dikenakan wanita dapat membangkitkan syahwat laki-laki dan menarik perhatian mereka. Laki-laki yang melihatnya berarti telah berzina dengan mata dan dengan demikian wanita itu telah melakukan perbuatan dosa “(30 larangan Wanita 30-31).

begitu pula dengan Syaikh Albani beliaupun menyampaikan penjelasan hadits diatas (hadits 1,2,3 dan yang terakhir ) dengan berkata:

“Jika hal itu (memakai wewangian ) saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya??tidak diragukan lagi bahwa hal ini jauh lebih haram dan lebih besar dosanya.AlHaitsami dalam kitabnya Az-Zawajir (2/37) menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai harum-haruman dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar, meskipun suaminya mengijinkannya.(Jilbab Wanita muslimah 143).

Mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak kita, kalau memakai parfum haram hukumnya (ketika keluar rumah) lalu bagaimana mengatasi bau badan kita???tentunya kita akan malu dan tidak percaya diri berdekatan dengan teman-teman di kampus, sekolah, rumah sakit dan sebagainya.Bagaimana ini???ukhti-ukhti jangan khawatir sekarang ini banyak produk yang dijual dipasaran untuk mengatasi masalah tersebut.Dari yang berbentuk bubuk sampai cairpun dijual bebas.Pilihlah yang tidak memakai wewangian (fragarance free),apalagi kalau ukhti rajin minum jamu maka tidaklah sulit untuk mengatasi masalah “bau badan ini” dengan rajin mandi, minum jamu dan memakai produk khusus untuk mengatasi “bau badan” maka insya Allah kita akan terhindar dari bau yang tidak menyenangkan itu.Sehingga kita tidak akan bergantung lagi dengan parfum , bila ukhti dirumah maka islam tidak melarang seorang wanita muslimah memakainya, kita bebas memakainya asalkan kita yakin parfum itu tidak akan tercium oleh laki-laki yang bukan mahram kita.jadi kita nggak mau kan terjerumus dalam kesalahan fatal (dosa) hanya gara-gara dari setetes parfum yang kita pakai ketika keluar rumah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita , sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.amin.

Daftar Pustaka:

1.Jilbab Wanita Muslimah,Syaikh Albani,Pustaka Tibyan, 2000M

2.30 Larangan Wanita,Amr bin Abdul Mun’im,Pustaka Azzam,2000M

3. Al-Masail, jilid 2, Abdul Hakim bin Amir Abdat,Darul Qalam,2003M

Sebuah nasehat ulama

Posted on August 11th, 2006 in Uncategorized by moslempharmacist

4 PERKARA UNTUK SIHAT

Empat perkara menguatkan
badan
1. makan daging
2. memakai haruman
3. kerap mandi
4. berpakaian dari kapas

Empat perkara melemahkan
badan
1. banyak berkelamin
(bersetubuh)
2. selalu cemas
3. banyak minum air ketika
makan
4. banyak makan bahan
yang
masam
Empat perkara menajamkan
mata
1. duduk mengadap kiblat
2. bercelak sebelum tidur
> > 3. memandang yang hijau
> > 4. berpakaian bersih
> >
> > Empat perkara merosakkan
> > mata
> > 1. memandang najis
> > 2. melihat orang dibunuh
> > 3. melihat kemaluan
> > 4. membelakangi kiblat
> >
> > Empat perkara menajamkan
> > fikiran
> > 1. tidak banyak berbual
> > kosong
> > 2. rajin bersugi (gosok gigi)
> > 3. bercakap dengan orang
> > soleh
> > 4. bergaul dengan para
> > > ulama
> >
> > 4 CARA TIDUR
> >
> > 1. TIDUR PARA NABI
> > Tidur terlentang sambil
> > berfikir
> > tentang
> > kejadian
> > langit dan bumi.
> >
> > 2. TIDUR PARA ULAMA’ &
> > AHLI
> > IBADAH
> > Miring ke sebelah kanan
> > untuk
> > memudahkan
> > terjaga untuk solat malam.
> >
> > 3. TIDUR PARA RAJA
> > YANG
> > HALOBA
> > Miring ke sebelah kiri untuk
> > mencernakan
> > makanan yg banyak dimakan.
> >
> > 4. TIDUR SYAITAN
> > Menelungkup/tiarap seperti
> > tidurnya ahli
> > neraka.
> > Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu
> > > amal
> > yang berkekalan bagi orang yang
> > mengajarnya
> > >meskipun dia sudah mati.
AL HADITS
"Artinya : Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu Ta’ala Anhu berkata : Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya ; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan ? Beliau bersabda : ‘Ada’. Aku bertanya : Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan ?. Beliau bersabda : Ya, akan tetapi didalamnya ada dakhanun. Aku bertanya : Apakah dakhanun itu ?. Beliau menjawab : Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah. Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan ?. Beliau bersabda : Ya, da’i - da’i yang mengajak ke pintu Jahannam. Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya : Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda : Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita. Aku bertanya : Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya ?. Beliau bersabda : Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya. Aku bertanya : Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya ? Beliau bersabda : Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu". [Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399].

Next Page »